Selasa, 20 Juli 2010

Pembahasan Jaringan Komputer

Pengantar
Komunikasi awalnya bergantung pada transportasi: jalan antar kota, antar
provinsi/negara bagian kemudian antar negara/benua. Kemudian komunikasi
dapat terjadi jarak jauh melalui telegraf (1844), telepon (1867), gelombang radio
elektromagnetik (1889), radio komersial (1906), televisi broadcast (1931),
kemudian melalui televisi, dunia jadi lebih kecil karena orang dapat mengetahui
dan mendapatkan informasi tentang yang terjadi di bagian lain dunia ini.
Jaringan komputer
Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer berjumlah banyak yang
terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya.
Dua buah komputer misalnya dikatakan terkoneksi bila keduanya dapat saling
bertukar informasi. Bentuk koneksi dapat melalui: kawat tembaga, serat optik,
gelombang mikro, satelit komunikasi.
Dalam suatu jaringan komputer: Pengguna harus secara eksplisit:
- masuk atau log in ke sebuah mesin
- menyampaikan tugas dari jauh
- memindahkan file-file
- menangani sendiri secara umum seluruh manajemen jaringan
Jaringan komputer menjadi penting bagi manusia dan organisasinya karena
jaringan komputer mempunyai tujuan yang menguntungkan bagi mereka. Tujuan
jaringan komputer adalah untuk:
1. resource sharing/ berbagi sesumber: seluruh program, peralatan dan data
yang dapat digunakan oleh setiap orang yang ada dijaringan tanpa
dipengaruhi lokasi sesumber dan pemakai. Misalnya: Staff BIRO Akademik
mengirimkan daftar mahasiswa baru ke perpustakaan dalam bentuk print
out dengan langsung mencetaknya di printer perpustakaan dari komputer
di BIRO akademik. Atau sebaliknya staff perpustakaan mendapatkan
langsung file daftar mahasiswa baru yang disimpan di komputer staff BIRO
akademik.
2. high reliability/kehandalan tinggi: tersedianya sumber-sumber alternatif
kapanpun diperlukan. Misalnya pada aplikasi perbankan atau militer, jika
salah satu mesin tidak bekerja, kinerja organisasi tidak terganggu karena
mesin lain mempunyai sumber yang sama.
3. menghemat uang: membangun jaringan dengan komputer-komputer kecil
lebih murah dibandingkan dengan menggunakan mainframe. Data
disimpan di sebuah komputer yang bertindak sebagai server dan komputer
lain yang menggunakan data tersebut bertindak sebagai client. Bentuk ini
disebut Client-server.
4. scalability/ skalabilitas: meningkatkan kinerja dengan menambahkan
komputer server atau client dengan mudah tanpa mengganggu kinerja
komputer server atau komputer client yang sudah ada lebih dulu.
5. medium komunikasi: memungkinkan kerjasama antar orang-orang yang
saling berjauhan melalui jaringan komputer baik untuk bertukar data
maupun berkomunikasi.
6. akses informasi luas: dapat mengakses dan mendapatkan informasi dari
jarak jauh
7. komunikasi orang-ke-orang: digunakan untuk berkomunikasi dari satu
orang ke orang yang lain
8. hiburan interaktif
Dalam pengenalan jaringan komputer, pembahasan dilihat dari dua aspek:
perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam perangkat keras pengenalan
meliputi jenis transmisi, dan bentuk-bentuk jaringan komputer atau topologi.
Sedangkan dalam pembahasan perangkat lunaknya akan meliputi susunan
protokol dan perjalanan data dari satu komputer ke komputer lain dalam suatu
jaringan.

Disini secara terbatas dan sederhana dijelaskan secara singkat LAN, MAN, WAN
dan Internet.
a. LAN
menghubungkan komputer-komputer pribadi dalam kantor
perpusahaan, pabrik atau kampus: LAN dapat dibedakan dari jenis
jaringan lainnya berdasarkan 3 karakteristik: ukuran, teknologi transmisi
b. MAN
Merupakan versi LAN ukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi
yang sama dengan LAN. MAN mampu menunjang data dan suara, dan bahkan
dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki
sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang
berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa kabel output.
c. WAN
Mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup negara atau
benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan
program-program (aplikasi) pemakai. Mesin ini disebut HOST. HOST
dihubungkan oleh sebuah subnet komunikasi atau cukup disebut SUBNET.
Tugas subnet adalah membawa pesan dari satu host ke host lainnya. Pada
sebagian besar WAN subnet terdiri dari 2 komponen: kabel transmisi dan
elemen switching.
d. Internet
Terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali dengan perangkat keras dan
perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering
berharap untuk dapat komunikasi dengan orang lain yang terhubung ke
jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan
yang seringkali tidak kompatibel dan berbeda. Kadang menggunakan mesin
yang disebut GATEWAY sebagai penerjemah antar jaringan yang tidak
kompatibel. Kumpulan jaringan yang terkoneksi disebut INTERNETWORK atau
INTERNET. Bentuk INTERNET yang umum adalah kumpulan dari LAN yang
dihubungkan oleh WAN.
Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:
• Client-server
Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.
• Peer-to-peer
Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.
Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas:
• Topologi bus
• Topologi ring
• Topologi star
• Topologi peer to peer
• Topologi tree
Suatu organisasi standard ISO (International
Standard Organization) pada tahun 1977 membentuk suatu komite untuk
mengembangkan suatu arsitektur jaringan. Hasil dari komite tersebut adalah
Model Referensi OSI (Open Systems Interconnection). Model Referensi
OSI adalah System Network Architecture (SNA) atau dalam bahasa
Indonesianya Arsitektur Jaringan Sistem. Hasilnya seperti pada Gambar OSI
Layer dan Header yang menjelaskan ada 7 lapisan (layer) dengan nama
masing-masing.
Setiap lapisan memiliki tugas yang berbeda satu sama lain. Berikut masing-masing
tugas dari tiap lapisan:
• 7) Application Layer : menyediakan layanan untuk aplikasi misalnya
transfer file, email, akses suatu komputer atau layanan.
• 6) Presentation Layer : bertanggung jawab untuk menyandikan informasi.
Lapisan ini membuat dua host dapat berkomunikasi.
• 5) Session Layer : membuat sesi untuk proses dan mengakhiri sesi tersebut.
Contohnya jika ada login secara interaktif maka sesi dimulai dan kemudian
jika ada permintaan log off maka sesi berakhir. Lapisan ini juga
menghubungkan lagi jika sesi login terganggu sehingga terputus.
• 4) Transport Layer : lapisan ini mengatur pengiriman pesan dari hos-host
di jaringan. Pertama data dibagi-bagi menjadi paket-paket sebelum
pengiriman dan kemudian penerima akan menggabungkan paket-paket
tersebut menjadi data utuh kembali. Lapisan ini juga memastikan bahwa
pengiriman data bebas kesalahan dan kehilangan paket data.
• 3) Network Layer : lapisan bertanggung jawab untuk menerjemahkan
alamat logis jaringan ke alamat fisik jaringan. Lapisan ini juga memberi
identitas alamat, jalur perjalanan pengiriman data, dan mengatur masalah
jaringan misalnya pengiriman paket-paket data.
• 2) Data Link Layer :lapisan data link mengendalikan kesalahan antara dua
komputer yang berkomunikasi lewat lapisan physical. Data link biasanya
digunakan oleh hub dan switch.
• 1) Physical Layer : lapisan physical mengatur pengiriman data berupa bit
lewat kabel. Lapisan ini berkaitan langsung dengan perangkat keras seperti
kabel, dan kartu jaringan (LAN CARD).
Selain referensi model arsitektur protokol OSI, ada model arsitektur protokol yang
umum digunakan yaitu TCP/IP (Transfer Control Protokol/Internet
Protocol). Arsitektur TCP/IP lebih sederhana dari pada tumpukan protokol OSI,
yaitu berjumlah 5 lapisan protokol. Jika diperhatikan pada Gambar Perbandingan
TCP/IP dan OSI, ada beberapa lapisan pada model OSI yang dijadikan satu pada
arsitektur TCP/IP.
Beberapa protokol yang banyak dikenal adalah FTP (File Transfer Protocol) yang
digunakan pada saat pengiriman file. HTTP merupakan protokol yang dikenal baik
karena banyak digunakan untuk mengakses halaman-halaman web di Internet.
Perbandingan TCP/IP dan OSI
Berikut penjelasan lapisan layanan pada TCP/IP:
 Lapian Application, menyediakan komunikasi antar proses atau aplikasi
pada host yang berjauhan namun terhubung pada jaringan.
 Lapisan Transport (End-to-End), menyediakan layanan transfer end-toend.
Lapisan ini juga termasuk mekanisme untuk menjamin kehandalan
transmisi datanya. Layanan ini tentu saja akan menyembunyikan segala
hal yang terlalu detail untuk lapisan di atasnya.
 Lapisan Internetwork, fokus pada pemilihan jalur (routing) data dari host
sumber ke host tujuan yang melewati satu atau lebih jaringan yang
berbeda dengan menggunakan router.
 Layanan Network Access/Data link, mendefinisikan antarmuka logika
antara sistem dan jaringan.
 Lapisan Physical, mendefinisikan karakteristik dari media transmisi,
pensinyalan dan skema pengkodean sinyal.
Sumber pustaka:
Tanenbaum, Andrew.S. Jaringan Komputer. Jilid 1. Prenhallindo. Jakarta.1997
Williams, Brian.K. Using Information Technology: A Practical Introduction to
Computers and Communications. McGrawHilll.NY. 2003.
RoseIndia. What Is OSI Model?. RoseIndia. Akses online pada URL:
http://www.roseindia.net/technology/networking/osi.shtml. Tgl Akses
10/09/2007.
11
Hardware pada jaringan komputer terdiri dari beberapa macam jenis.
Adapun pembahasan dari hardware pada jaringan komputer itu sendiri
adalah sebagai berikut:
1. Personal Komputer
Personal komputer atau PC merupakan perangkat utama dalam suatu
jaringan komputer. PC ini lah yang akan bekerja mengirim dan
mengakses data dalam jaringan. Kemampuan suatu PC sangat
menentukan sekali unjuk kerja dari jaringan. Semakin tinggi
kemampuan suatu PC maka akses yang dilakukan pun akan semakin
cepat.
2. Network Internet Card (NIC)
NIC merupakan port yang menghubungkan komputer dengan jaringan.
Port atau Card ini bergabung didalam Personal Computer yang
menempel pada Main Board. Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe
Network Interface Card (NIC) atau Network Card, yaitu ISA dan PCI.
Saat ini jenis Network Card yang banyak digunakan adalah PCI karena
PCI memiliki kemampuan transfer data didalam komputer lebih tinggi
dari pada ISA.
NIC jenis ISA NIC jenis PCI
3. Pengkabelan
Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel yang
menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan berarti
kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan sebuah
terminator diujungnya. Seiring dengan perkembangan teknologi,
penghubung antar komputer pun mengalami perkembangan, mulai dari
teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga
teknologi serat optik dan laser.
Pemilihan jenis kabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang
digunakan. Sebagai contoh untuk jenis topologi Ring umumnya
menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga yang
menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel
Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah
Sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar
benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh
diukur secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang
dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai
kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak
menggunakanjenis kabel UTP.
Ada tiga jenis kabel yang pada umumnya digunakan dalam jaringan,
yaitu:
• Coaxial cable
• Fiber Optik
• Twisted pair
a. Kabel Coaxial
Kabel ini terbagi menjadi dua jenis yaitu thick coaxial cable
(mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable
(mempunyai diameter lebih kecil).
1) Thick coaxial cable
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar
IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter
rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis
ini biasa disebut sebagai Standard Ethernet atau Thick
Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet. Kabel Coaxial ini jika
digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan
sebagai berikut:
•Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm
(dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit,
bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt,
sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup
lebar).
•Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached
devices) atau berupa populated segments.
•Setiap Card Jaringan mempunyai pemancar tambahan
(External Transceiver).
•Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan,
termasuk dalam hal ini Repeaters.
•Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet
(atau sekitar 500 meter).
•Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau
sekitar 1500 meter).
•Setiap segment harus diberi ground.
•Jarak maksimum antara pencabang dari kabel utama
keperangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
•Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter)
2) Thin Coaxial Cable
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio
amatir, terutama untuk Transceiver yang tidak memerlukan
output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat
jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE
802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan
biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap
perangkat (device) dihubungkan dengan BNC Tconnector.
Kabel jenis ini juga dikenal sebagai Thin Ethernet atau
ThinNet. Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau
C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan
Terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan
sebagai berikut :
•Setiap ujung kabel diberi terminator 50 ohm.
•Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter)
per segment.
•Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30
perangkat jaringan (devices).
•Card Jaringan cukup menggunakan transceiver yang
onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali
untuk repeater.
•Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain
(populated segment).
•Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu
ground.
•Panjang minimum antar TConnector adalah 1,5 feet (0.5
meter).
•Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah
1,818 feet (555 meter).
b. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan
besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit.
Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi
kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman
data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh
lingkungan.
c. Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded
twisted pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah
jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan UTP
tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel
jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair
(10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola Star.
Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada
HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan
dengan thin coax, karena HUB mempunyai kemampuan data error
correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.
Saat ini ada beberapa grade atau kategori dari kabel twisted pair.
Kategory tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah: Pemberian
kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masingmasing
kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing
merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan
kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masingmasing
pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran
frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga
kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel
(noise bisa ditekan sedemikian rupa). Perlu diperhatikan juga,
spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar
industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan
insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic
interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan
network hingga kecepatan 1Gbps.
4. Modem
Modem atau Modul the Modulator adalah peralatan jaringan yang
digunakan untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel
telepon.
5. Hub/Switch
HUB atau Switch digunakan untuk menghubungkan setiap node dalam
jaringan LAN. Peralatan ini sering digunakan pada topologi star dan
extended star. Perbedaan antara HUB dan Switch adalah kecepatan
transfer datanya. Yaitu 10:100 Mbps.
6. Bridge
Bridge adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas
atau memecah jaringan. Bridge berfungsi untuk menghubungkan dan
menggabungkan media jaringan yang tidak sama seperti kabel
unshielded twisted pair (UTP) dan kabel fiber-optic, dan untuk
menggabungkan arsitektur jaringan yang berbeda seperti Token Ring
dan Ethernet. Bridge meregenerate sinyal tetapi tidak melakukan
konversi protocol, jadi protocol jaringan yang sama (seperti TCP/IP)
harus berjalan kepada kedua segemen jaringan yang terkoneksi ke
bridge. Bridge dapat juga mendukung Simple Network Management
Protocol (SNMP), serta memiliki kemampuan diagnosa jaringan. Bridge
hadir dalam tiga tipe dasar yaitu Local, Remote, dan Wireless. Bridge
local secara langsung menghubungkan Local Area Network (LAN).
Bridge remote yang dapat digunakan untuk membuat sebuah Wide
Area Network (WAN) menghubungkan dua atau lebih LAN.
Sedangkan wireless bridge dapat digunakan untuk menggabungkan
LAN atau menghubungkan mesin-mesin yang jauh ke suatu LAN.
Bridge beroperasi mengenali alamat MAC address node asal yang
mentransmisi data ke jaringan dan secara automatis membangun
sebuah table routing internal. Table ini digunakan untuk menentukan
ke segmen mana paket akan di route dan menyediakan kemampuan
penyaringan (filtering). Setelah mengetahui ke segmen mana suatu
paket hendak disampaikan, bridge akan melanjutkan pengiriman paket
secara langsung ke segmen tersebut. Jika bride tidak mengenali alamat
tujuan paket, maka paket akan di forward ke semua segmen yang
terkoneksi kecuali segmen alamat asalanya. Dan jika alamat tujuan
berada dalam segmen yang sama dengan alamat asal, bridge akan
menolak paket. Bridge juga melanjutkan paket-paket broadcast ke
semua segmen kecuali segmen asalnya.
7. Router
Router adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas
atau memecah jaringan dengan melanjutkan paket-paket dari satu
jaringan logika ke jaringan yang lain. Router banyak digunakan di
dalam internetwork yang besar menggunakan keluarga protocol
TCP/IP dan untuk menghubungkan semua host TCP/IP dan Local
Area Network (LAN) ke internet menggunakan dedicated leased line.
Saat ini, masih banyak perusahaan menggunakan router Cisco 2500
series untuk mengkoneksikan dua buah LAN (WAN dengan anggota
dua LAN), LAN ke ISP (Internet Service Provider). Koneksi seperti ini
menyebabkan semua workstation dapat terkoneksi ke internet selama
24 jam.
Router berisi table-tabel informasi internal yang disebut label routering
yang melakukan pencatatan terhadap semua alamat jaringan yang
diketahui dan lintasan yang mungkin dilalui. Router membuat jalur
paket-paket berdasarkan lintasan yang tersedia dan waktu tempuhnya.
Karena menggunakan alamat paket jaringan tujuan, router bekerja
hanya jika protocol yang dikonfigurasi adalah protocol yang routetable
seperti TCP/IP atau atau IPX/SPX. Ini berbeda dengan bridge yang
bersifat protocol independent.
Sumber dari Fajar Purmana
INSTALLASI JARINGAN WAN
Lankah-langkah installasi :
1. Hubungkan komputer pertama pada port WAN access point dengan menggunakan kabel UTP konfigurasi straight melalui LAN card.
2. Setting IP address LAN card pada komputer pertama
3. Tambahkan default gateway IP address 192.168.1.1
4. Buka progam Internet Explorer dan ketikkan alamat http://192.168.1.1 ( alamat default gateway)
5. Aktifkan funsi DHCP pada access point untuk memberikan IP address ecara dynamis pada komputer client. isikan scope untuk DHCP address anatara 192.168.1.100-192.168.1.150 sehingga IP address yang diberikan pada DHCP client (komputer 2) berada pada range tersebut.
6. Install wireless adapter ( USB WLAN ) pada komputer 2.
7. Setting IP adress pada komputer 2 secara dynamic
-klik kanan icon my network places pada dekstop lalu pilih properties.
-pilih local area conection, klik kanan, lalu pilih properties.
pada menu this conection use the following items pilih internet protool ( TCP/IP )
lalu klik properties.
8. Pilih obtain and IP address automatically, lalu klik ok.
9. koneksi komputer 2 pada access point dengan mengklik icon wireless conection pada system try windows dan pilih access point yang dikehendaki dan klik connect.


10. Test koneksi dari komputer yang terhubung dengan wired komputer yang terhubung secara wireless.
11. Test koneksi dari komputer 1 & 2 menuju LAN interface access point.
12. Hubungkan komputer 6 pada port WAN access point dengan menggunkan kabel UTP straight.
13. Setting ip address pada komputer 6 dengan 10.122.69.254 dan subnet 255.255.255.0
14. Dari jaringan yang telah dibentuk, menggunakan switch ke port LAN access point dengan cara menghubungkan kabel UTP konfigurasi straight pada salah satu port pada switch menuju port LAN access point.
15. Tambahkan default gateway pada komputer 1,2,3 dengan ip address 192.168.1.1.
16. Setting ip address LAN pada wireless access point dengan ip 192.168.1.1 dan ip address WAN dengan 10.122.69.1 dengan subnet mask 255.255.0
17. Aktifkan fungsi DHCP pada access point untuk memberikan IP adress secara dinamis pada DHCP client.
18. Untuk melihat routing table klik advance routing dan klik show routing table
19. Install wireless adapter pada komputer 3 dan 4
20. Setting IP adress pada komputer 4 & secara dinamis
21. Pilih obtain and Ip adress automatically lalu OK
22. Koneksikan komputer 3 & 4 pada access point dengan meng-klik icon wireless conection pada sistem tray windows & pilih access point yang dikehendaki lalu klik "connect"
23. Test koneksi dari komputer yang terhubung dengan wired dengan kompter yang terhubung secara wireless
24. Test koneksi dari komputer wireless menuju komputer wired
25. Test koneksi dari komputer wired ke menuju LAN interface akses point
26. Test koneksi dari komputer wired & wireless ke alamat WAN interface dari akses point
27. Test koneksi dari komputer 1,2,3,4 & 5 ke komputer gateway internet (komputer 6)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar